SuaraLampung.id - Sertifikasi keamanan pangan dan pemeriksaan pangan bagi importir serta eksportir di Provinsi Lampung kini dilayani secara digital.
Sistem digital sertifikasi keamanan pangan dan pemeriksaan pangan bagi importir serta eksportir bernama Elektronik otoritas kompeten keamanan pangan daerah (E-OKKPD).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Kusnardi mengatakan penggunaan E-OKKPD mempercepat pembuatan sertifikasi keamanan pangan untuk pemenuhan dokumen ekspor komoditas serta produk pangan.
"Adanya layanan digital ini untuk pemenuhan dokumen ekspor yang diperlukan negara importir guna pemenuhan jaminan keamanan pangan bisa lebih cepat serta efisien," kata dia.
Ke depan, E-OKKPD tersebut akan diintegrasikan dengan layanan elektronik Kartu Tani guna memudahkan eksportir produk pertanian dalam melakukan pendaftaran sertifikasi keamanan pangan dan pemeriksaan keamanan pangan pada produk pertanian.
"Selain memangkas waktu dalam proses pelayanan karena hanya butuh 1-2 hari saja, juga bisa memutus mata rantai adanya tindakan pungutan liar. Sehingga semua izin yang dikeluarkan E-OKKPD benar-benar hasil pemeriksaan jaminan mutu produk," ucap dia.
Dengan mempermudah proses pembuatan sertifikat keamanan pangan sekaligus pemeriksaan produk, Kusnardi berharap bisa meningkatkan jumlah komoditas pertanian yang diekspor.
"Dengan adanya layanan ini pengiriman produk atau komoditas ke negara tujuan lebih mudah, serta layanan eksportir jadi lebih terstruktur. Sehingga negara tujuan ekspor pun percaya atas produk kita serta masyarakat kita yang menerima produk impor terjamin kesehatan pangannya," ucap dia. (ANTARA)
Baca Juga: 448 Personel Polres Lampung Selatan Siap Amankan Natal dan Tahun Baru 2024
Berita Terkait
-
448 Personel Polres Lampung Selatan Siap Amankan Natal dan Tahun Baru 2024
-
Jelang Distribusi Logistik Pemilu 2024, Polresta Bandar Lampung Siagakan Personel Pengamanan
-
Kronologi Percobaan Penculikan Siswa SD di Palas, Polisi Kantongi Rekaman CCTV
-
Warga Bandar Lampung Terdampak Inflasi Dapat Bantuan Beras 5 Kg
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Jaringan Aktivis 98 Lanjutkan Gerakan Warga Peduli Warga di Lampung
-
673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu
-
Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi
-
Pemkot Bandar Lampung Sambut Baik Rencana Guru PPPK Ditarik ke Pusat
-
Benteng Terakhir Sukorahayu: Saat Petani Ikhlas Kehilangan Sawah Demi Damai dengan Gajah