Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Sabtu, 01 April 2023 | 04:15 WIB
Anjar Yulianto (36), pelaku penganiayaan siswa SDN 5 Metro Timur, dibekuk polisi pada Rabu (29/3/2023) sekitar pukul 18.00 WIB. [ANTARA]

Sementara itu, tersangka penganiayaan siswa SD Negeri 5 Metro Timur mengatakan, motif pemukulan yang dilakukannya terhadap teman anaknya tersebut lantaran merasa dibohongi.

"Pada hari Sabtu itu anak saya dijemput di rumah untuk diajak main baseball, tapi ternyata diajak tawuran pak. Dari situlah saya merasa khilaf pak, karena izinnya tidak sesuai mau main baseball tapi ternyata tawuran," ujarnya lagi.

Anjar mengaku hanya menampar korban satu kali hingga korban tersungkur. Korban yang seketika itu melarikan diri tersandung dan jatuh sehingga pingsan.

"Korban cuma saya tampar, kemarin itu dia pingsan karena jatuh terus kena tong sampah. Korbannya itu satu, yang saya marahin itu dua sama anak saya," kata dia lagi.

Baca Juga: Kasus Mario Dandy Masih Mengacu ke Pasal Penganiayaan : Polisi Akan Dalami Pelanggaran UU ITE

Ketika ditanya alasannya nekat melakukan penganiayaan tersebut di sekolah, pelaku mengaku tersulut emosi setelah menerima aduan dari istrinya yang berada di luar negeri.

"Ya karena saya dapat telpon dari istri saya, sudah minta maaf sama gurunya. Saya merasa dibohongi waktu anak saya dijemput sama temannya itu, saat itu saya emosi pak. Saya khilaf," ujarnya pula.

Anjar mengaku menyesali perbuatannya, dan ia kembali memohon perdamaian kepada keluarga korban.

"Saya menyesal pak, saya mau minta damai secara kekeluargaan supaya masalah ini cepat selesai. Kalau seandainya pihak korban ini mau damai secara kekeluargaan, saya minta damai pak. Anak saya dua pak, yang pertama yang teman korban itu, yang kedua perempuan masih kecil, istri saya di Taiwan," katanya lagi. (ANTARA)

Baca Juga: Tak Pakai Baju Tahanan, Gaya Santai Tersangka Korupsi Natalia Disorot di Jumpa Pers

Load More