SuaraLampung.id - Remaja inisial SAN (16) ditangkap aparat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pesawaran bersama Unit Reskrim Polsek Gedong Tataan atas dugaan tindak pidana pembunuhan.
Kapolres Pesawaran, Lampung AKBP Pratomo Widodo mengatakan, pelaku merupakan seorang pelajar yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA di salah satu sekolah yang ada di Gedong Tataan.
Pratomo mengatakan, tersangka SAN membunuh korban inisial DH saat sedang menonton hiburan organ tunggal di Dusun Kesugihan, Desa Karang Anyar, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, pada Sabtu (7/1/2023).
Saat pukul 01.30 WIB, terjadi keributan di arena organ tunggal. Keributan berhenti setelah dilerai oleh warga.
"Selang setengah jam korban sudah tergeletak di pinggir jalan samping tenda dalam keadaan tidak sadar dengan luka tusuk di dada sebelah kiri," kata dia.
Pratomo menambahkan korban sempat dibawa ke rumah sakit terdekat dan sempat menyadarkan diri. Namun tidak lama, korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter setempat.
Atas peristiwa itu, anggota kemudian melakukan pencarian terhadap pelaku dan berhasil menangkap pelaku saat berada di rumahnya.
"Dalam penangkapan pelaku, anggota mengamankan barang bukti satu buah senjata tajam, sendal, celana, kaos lengan pendek, dan tiga buah bambu. Pelaku kini tengah dalam penyelidikan untuk mengetahui motif lainnya," katanya. (ANTARA)
Baca Juga: Terkuak, Motif Ecky Bunuh hingga Mutilasi Angela Gegara Takut Perselingkuhannya Disebar
Berita Terkait
-
Terkuak, Motif Ecky Bunuh hingga Mutilasi Angela Gegara Takut Perselingkuhannya Disebar
-
Kronologi Kasus Angela Hindriati, Dimutilasi Lantaran Minta Dinikahi Pria Beristri
-
Pembunuh PSK Michat di Denpasar Ngaku Tak Punya Uang Hingga Minum Air Keran
-
Biadab! Begini Cara Ecky Habisi Nyawa Angela Sebelum Akhirnya Dimutilasi
-
Fakta Kematian Angela Hindriati: Setahun Dibunuh, Jasad Dicocokkan dengan DNA Almarhum Anak
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
Terkini
-
3 Tahun Hidup Serumah dengan Predator: Evakuasi Buaya 2,7 Meter di Balam Berlangsung Dramatis
-
Polres Metro Bongkar Praktik Bisnis Gelap Solar Subsidi: Modus Borong SPBU untuk Ditimbun
-
Sikapi Jalsah Salanah Ahmadiyah di Lamsel, MUI Lampung: Tolak Aksi Sweeping
-
Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal
-
Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas