SuaraLampung.id - Pelaku perampokan petani Nurdin (40), warga Padang Cermin, Pesawaran, ditangkap petugas Polres Pesawaran.
Pelaku yang ditangkap ada dua orang yaitu HRN (45) asal Padang Cermin dan NRY (52) asal Telukbetung Bandar Lampung.
HRN ditangkap di rumah orang tuanya di Desa Sidosari, Natar, Lampung Selatan. Sementara NRY ditangkap di pegunungan Kawasan Register 19 Hutan Lindung Pesawaran.
Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo mengatakan, kedua pelaku ditangkap tanpa perlawanan, tak lama setelah mereka beraksi.
Dari kedua pelaku, didapati fakta otak perampokan adalah sopir ojek sepeda motor yang disewa korban.
"Karena janggal, akhirnya sopir ojek itu kami tangkap dan dilakukan pemeriksaan lanjutan," ujar Pratomo Widodo dikutip dari Lampungpro.co--jaringan Suara.com.
Sopir ojek tersebut, berinisial SDM (48) masih tetangga korban. Atas kejanggalan itu, SDM mengakui dia otak perampokan itu, dan sudah direncanakan sejak awal.
Dalam penangkapan itu, diamankan barang bukti berupa uang tunai milik korban Rp55 juta dan dua bilah senjata tajam yang digunakan untuk mengancam korban. Sementara dari pengakuan mereka, uang Rp15 juta milik korban sudah dipakai.
Peristiwa itu bermula saat korban usai melakukan transaksi jual tanah di wilayah Candipuro, Pesawaran. Kemudian korban pulang ke rumah, dengan menyewa jasa ojek.
Baca Juga: Penelitian: Penggunaan Hasil Riset dan Kerja Sama Swasta Lebih Efektif Tingkatkan Hasil Tani
Sesampainya di tengah Jalan Raya Way Ratai, korban dan tukang ojeknya dipepet dua orang tak dikenal. Kemudian motor yang ditumpangi korban ditendang, hingga terjatuh, kemudian korban diancam menggunakan senjata tajam.
Setelah korban terjatuh, salah satu pelaku mengambil tas berisi uang Rp70 juta, dan satu unit Ponsel.
Kedua pelaku sempat memukul korban di bagian punggung menggunakan tangan kosong, lalu pergi dengan mengacungkan senjata tajam jenis golok ke arah korban.
Berita Terkait
-
Penelitian: Penggunaan Hasil Riset dan Kerja Sama Swasta Lebih Efektif Tingkatkan Hasil Tani
-
Sumsel Sepekan: Warga Seberang Ulu Ingin Pisah Dari Palembang Dan 4 Berita Menarik Lainnya
-
Harga Anjlok, Petani Sawit di Luwu Utara Minta Pemerintah Proteksi Harga
-
Seorang Wanita Ditemukan Tewas, Diduga Korban Perampokan di Kalideres
-
Harga Kian Terpuruk, Petani Musnahkan Tanaman Cabai yang Masih Produktif
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Niat Beli Motor Lewat Facebook, Pemuda di Way Kanan Malah Ditodong Senjata Api
-
Modal Sapu dan Hanger, Pelarian 10 Bulan Otak Pembobol Rumah di Bandar Lampung Berakhir
-
Mahar Rp126 Ribu di Balik Jeruji: Kisah Haru Akad Nikah Tahanan Narkoba di Polres Pringsewu
-
Tak Terima Ditagih Utang, Kakak Beradik di Pringsewu Kompak Aniaya Korban
-
Ironi Oknum ASN di Tanggamus: Nekat Curi Jalak Suren Pakai Bambu 10 Meter Demi Nyabu