Scroll untuk membaca artikel
Wakos Reza Gautama
Rabu, 11 Agustus 2021 | 12:35 WIB
Jendral Benny Moerdani. [Dok Buku Benny Moerdani Profil Prajurit Negarawan]

Sesaat Benny meninggal, datang Laksamana Widodo AS dan seorang pastor. Pastor yang melihat jenazah Benny sudah dikafani, meminta agar kain kafannya dibuka. 

 “Ini amanat,” ujar Hartini berusaha menjelaskan ke pastor. 

“Oh ya? Dikafani?” tanya pastor. 

“Dikafani dan dimandikan secara Islam,” tutur Hartini lagi. 

Baca Juga: Oknum Militer Daerah Tilep Dana Siswa Untuk Kepentingan Pribadi, Jenderal Andika Murka

“Bukan pakai celana dan jas ya?” tanya balik pastor. 

Hartini terdiam. Widodo AS lalu mencoba membantu memberi penjelasan ke pastor. 

“Pastor, ini permintaan beliau,” ujar Widodo AS. 

Pastor itu tetap pada pendiriannya. Hartini pasrah. 

“Adnan, ya sudahlah. Yang penting kita sudah mandikan secara Islam,” kata Hartini ke Adnan. 

Baca Juga: Buntut Turun ke Jalan Pakai Bikini, Dinar Candy Terancam Pidana 10 Tahun Penjara

Akhirnya kain kafan yang sudah membalut tubuh Benny dilepas, diganti dengan pakaian dinas militer. 

Load More