SuaraLampung.id - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah aset milik mantan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, Kamis (10/6/2021).
Penyitaan aset milik mantan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara ini sebagai bentuk pembayaran kewajiban uang pengganti senilai Rp74 miliar.
Seperti diketahui mantan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara dijatuhi pidana tujuh tahun penjara, yang dikurangi selama berada dalam tahanan.
Agung juga dijatuhi pidana tambahan membayar uang pengganti Rp74 Miliar dikurangi dengan jumlah uang yang telah disita dan dikembalikan
Plt Juru Bicara KPK RI Ali Fikri mengatakan, penyitaan ini merupakan tindak lanjut atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang Bandar Lampung terhadap terpidana kasus Dinas PUPR Lampung Utara. Penyitaan ini sebagai bentuk pembayaran kewajiban uang pengganti senilai Rp74 miliar.
"Jika tidak membayar uang pengganti, maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa. Kemudian untuk menutupi uang pengganti tersebut, apabila terpidana Agung llmu Mangkunegara tidak mempunyai harta benda yang mencukupi, maka dipidana dengan pidana penjara selama dua tahun," kata Ali Fikri dalam keterangannya dilansir dari Lampungpro.co--media jaringan Suara.com.
Seperti diketahui bersama, terpidana Agung Ilmu Mangkunegara telah membayar cicilan pertama sejumlah Rp 2,1 Miliar. Oleh karenanya, masih ada tagihan uang pengganti senilai Rp 72,5 Miliar.
"Kami akan terus memaksimalkan upaya pemulihan hasil tindak pidana korupsi yang dinikmati para koruptor melalui perampasan aset," ujar Ali Fikri.
Sementara itu kuasa Hukum Agung Ilmu Mangkunegara yakni Firdaus Franata Barus menjelaskan, pihaknya diundang pihak KPK untuk melihat langsung penyitaan sejumlah aset milik Agung Ilmu Mangkunegara.
Baca Juga: Datang ke Ombudsman, Pimpinan KPK Beri Klarifikasi Soal Polemik TWK
"Eksekusi yang dilakukan terhadap aset milik terdakwa meliputi lima area lahan beserta bangunan. Tadi sudah disaksikan bersama, ada lima aset yang dieksekusi di Bandar Lampung," jelas Firdaus.
Ada pun aset-aset yang disita yakni tanah seluas 734 Meter persegi, yang tercantum dalam Sertifikat Hak Mllik Nomor 329/Sp.J, di Sepang Jaya, Kedaton.
Kemudian tanah dan bangunan seluas 566 Meter persegi, yang tercantum dalam Sertifikat Hak Mllik Nomor 845/Sp.J, di Sepang Jaya, Kedaton.
Ketiga tanah dan bangunan yang terdiri dari dua Sertifikat Hak Milik yaitu tanah seluas 8.396 Meter persegi, sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Hak Mllik Nomor 7388/KD.
Tanah seluas 4.224 Meter persegi, yant tercantum dalam sertifikat Hak Milik Nomor 7389/KD di Kedaton. Tanah ini merupakan tanah Graha Mandala Alam Kedaton.
Keempat tanah dan bangunan seluas 1.340 Meter persegi, yang tercantum dalam Sertifikat Hak Mllik Nomor 9440/Kedaton. Terakhir tanah dan bangunan seluas 835 Meter persegi, yanf tercantum dalam sertifikat Hak Milik Nomor 9784 di Kedaton Bandar Lampung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Transaksi Rp270 Juta, Nasabah BRI Infinite Prioritas Berkesempatan Raih GarudaMiles
-
Dobrak Stagnasi 5 Ton, Teknologi Tani Modern di Lampung Sukses Lipat Gandakan Panen Jadi 11 Ton/Ha
-
Modus Baru! Pura-pura Jogging Pagi, Residivis di Bandar Lampung Gasak Motor yang Lagi Dipanaskan
-
Sempat Unggah Status Medsos Saat Mancing, Kakek di Pringsewu Ditemukan Mengapung di Sungai
-
'Tokoh' Pesantren di Way Kanan Diciduk di Kaltim Usai Bertahun-tahun Cabuli Santriwati