SuaraLampung.id - Isu kudeta di Partai Demokrat menyeret nama Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko. Moeldoko dituding ingin mengambilalih kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
Moeldoko disebut berkolaborasi dengan kader internal Demokrat dan juga mantan-mantan kader. Moeldoko menanggapi santai tuduhan kudeta itu.
Menurut dia, dirinya memang ketemu beberapa kader Demokrat. Namun bukan dalam acara formal hanya ngopi-ngopi biasa.
Karena pertemuan itu hanya sekadar ngopi, menurut Moeldoko tidak perlu sampai izin Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Jadi tenang, merepons sesuatu. Masa gua ngopi harus izin Presiden, gila apa? Ngopi-ngopi saja kok harus izin Presiden. Ini berlebihan, jangan begitu lah," ujarnya.
Eks Panglima TNI itu mengandaikan, seandainya ia memiliki senjata, mana mungkin bisa langsung menodong para kader Partai Demokrat untuk datang pada dirinya.
"Moeldoko mau kudeta? Lah kudeta apa. Anggaplah saya punya senjata, Panglima TNI pingin jadi Ketua Demokrat. Emang bisa gua todong senjata para DPC, DPD, 'eh datang sini, gua todong senjata'," papar Moeldoko.
Moeldoko menjelaskan, sebuah partai tentunya mempunyai aturan yang termaktub dalam AD/ART. Bagi dia, isu yang berkembang saat ini cuma sebatas 'emosional kapital'.
"Semua kan ada aturan AD/ART dalam sebuah partai politik, jangan lucu-lucuan begitu ah. Jadi kalau kita bicara Human Kapital, itu bukan intelektual Kapital yang pertama, emosional kapital," ungkap dia.
Baca Juga: Moeldoko: Mau Kudeta? Lah Kudeta Apa
Moeldoko sempat menyinggung nama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, terkait tuduhan kudeta terhadap Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. Hal itu dia sampaikan saat menggelar konfrensi pers di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/2/2021).
Menurutnya, isu yang menyatakan kalau dirinya pernah bertemu sejumlah kader Partai Demokrat hanyalah dinamika dalam partai politik. Bahkan, kata dia, Luhut juga mengaku didatangi oleh para kader partai berlambang mercy tersebut.
"Jadi dinamika dalam partai politik itu biasa. Ya seperti itu dan Pak LBP pernah cerita sama saya, 'saya juga didatangi oleh mereka-mereka'. Casenya juga sama. Tapi tidak ribet begini," kata Moeldoko.
Kepala Staf Kepresidenan itu juga menepis isu yang menyatakan kalau dia mau maju dalam kontestasi Pilpres 2024. Menurutnya, pekerjaaan sebagai KSP sudah banyak sehingga tidal tersebit dalam pikirannya terkait hal itu.
"Terus di bilangin mau jadi Presiden, yang tidak-tidak saja itu. Ah kerjaan gua setumpuk gini ngurusin yang enggak-enggak saja. Jangan lah membuat sesuatu, ini kaya dagelan. Lucu-lucuan," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung