SuaraLampung.id - Seorang santri pondok pesantren (ponpes) di Natar, Lampung Selatan, berinisial MF (12) menjadi korban sodomi kakak tingkatnya di ponpes.
NN (32), ibu korban syok saat tahu anaknya menjadi korban sodomi kakak tingkat. Niatnya menyekolahkan MF di ponpes agar kelak menjadi anak religius kandas.
Ia harus menerima kenyataan pahit sang anak malah menjadi korban sodomi kakak tingkatnya. “Anak saya juga masih sangat syok,” ungkapnya saat dihubungi suaraLampung.id pada Senin (18/1/2021) siang.
Menurut NN, terbongkarnya kejadian ini setelah MF mengadu ke neneknya.
“Awalnya justru anak saya tidak bilang ke saya, dia mengadu dengan neneknya. Saya dan adik saya langsung melabrak pesantren itu dan menanyakan pada tersangka SU (17). Awalnya dia diam saja, tapi akhirnya mengaku,” tambah NN.
Perasaan NN semakin tak karuan, setelah sang anak menceritakan detail perbuatan cabul yang dilakukan tersangka. “Sedih banget, tidak menyangka anak yang agamanya bagus malah berlaku seperti itu. Saya ingin pelaku dihukum seberat-beratnya supaya tidak ada korban lain.”
Pihak pesantren menurut NN awalnya berjanji akan menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan, namun setelah ditunggu belum juga ada kepastian. NN khawatir psikologi anaknya terganggu, karena seringnya ia ditanya-tanya.
NN pun sudah melaporkan kasus pencabulan yang dilakukan oknum santri itu ke pihak kepolisian sektor Natar. Setelah melakukan pendalaman, pengumpulan barang bukti dan keterangan, dan pelaku SU langsung ditangkap tim reserse kriminal Polsek Natar.
“Benar sudah ditangkap dan masih dilakukan penyelidikan di Polsek Natar,” ungkap Humas Polres Lampung Selatan AKP Budi Purnomo saat dikonfirmasi suaraLampung.id Senin siang. Sejauh ini baru satu orangtua yang melapor.
Baca Juga: Nama Bupati Cianjur Dicatut, Pelaku Coba Tipu Pengurus Pesantren
Berdasarkan keterangan orangtua korban saat laporan di Polsek Natar, peristiwa itu terjadi pada malam tahun baru lalu. Tersangka diam-diam masuk ke kamar korban dan melakukan tindakan cabul sesama jenis. Korban pun menangis dan langsung lari keluar kamar.
“Dari pengembangan penyelidikan, tersangka ternyata sudah dua kali melakukan pencabulan kepada korban MF. Tersangka juga mengaku sudah melakukan tindakan asusila kepada tiga santri lain, namun mereka sudah keluar dari pesantren tersebut,” ungkap Kapolsek Natar Kompol Hendry Prabowo.
Tersangka mengaku melakukan tindakan asusila itu karena sering menonton film porno. Menurut Hendry, kepada korban lain tersangka bahkan sudah melakukannya sebanyak 5 sampai 6 kali.
Kontributor : Andry Kurniawan
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Nyawa ASN di Metro Berakhir dengan Peluru di Pelipis, Polisi Buru Pelaku Penembakan
-
Jejak Mafia BBM Palembang di Pringsewu: Terbongkarnya Gudang Pengoplos Pertalite
-
Gerbong Mutasi Polresta Bandar Lampung Resmi Bergerak, Siapa Saja Kapolsek Baru?
-
Teror Celurit di Balik SMKN 2 Kalianda: Niat Hati Jalan Sore, Motor Malah Amblas Dirampas Begal
-
Jasad Anak Perempuan dalam Kardus di Rangai, Orang Tua Minta Maaf Tak Mampu Memakamkan