Scroll untuk membaca artikel
Arief Apriadi
Sabtu, 09 Januari 2021 | 21:05 WIB
Ilustrasi kecelakaan pesawat. ANTARA FOTO/REUTERS/Kemal Aslan/pras.

Terdampar di ketinggian lebih dari 11.000 kaki dalam kondisi dingin, 16 penumpang akhirnya diselamatkan 72 hari setelah kecelakaan itu, setelah selamat dengan mengkanibal tubuh sesama penumpang yang membeku.

Dua puluh tujuh orang selamat dari kecelakaan itu dan luka-luka mereka dalam beberapa hari pertama. Dari korban awal, delapan tewas akibat longsoran salju saat tidur di badan pesawat lebih dari dua minggu setelah kecelakaan.

16 orang terakhir berhasil diselamatkan setelah dua pemain tim berjalan kaki selama 10 hari untuk mencari bantuan.

Banyak dari anggota tim tersebut adalah mahasiswa yang bermain untuk Old Christians, tim alumni sekolah menengah yang mereka hadiri di Montevideo, Uruguay. Pesawat itu terbang di antara Montevideo dan Santiago, Chili.

Baca Juga: Hasil NBA: LA Lakers Menang Susah Payah atas Chicago Bulls

Kisah para penyintas menginspirasi buku "Alive: The Story of the Andes Survivors", oleh Piers Paul Read, dan film "Alive" tahun 1993.

1976 - Tim Nasional Anggar Kuba

Tim Anggar Nasional Kuba mendapatkan dua medali pada pertandingan Pan American tahun 1976 di Caracas, Venezuela, dan harus pulang ke rumah ketika dua bom meledak di pesawat mereka di tengah penerbangan.

Semua, 73 orang di dalamnya, termasuk 24 anggota tim anggar, tewas ketika pesawat itu jatuh di dekat Pantai Barbados.

Dokumen AS yang tidak diklasifikasikan kemudian menunjukkan bahwa pria yang diduga melakukan serangan itu, Luis Posada Carriles, telah bekerja untuk CIA.

Baca Juga: Hasil NBA : San Antonio Spurs Taklukkan Los Angeles Lakers 118-109

1977 - Tim Bola Basket Universitas Evansville

Load More